Di Khinati.
Kita belajar dari orang-orang yang pernah mengkhianati kita agar kita tidak mengkhianati orang lain.
Saat kita tau kita di khianati tentu sakit. Bukan, bukan hanya sekedar wanita yang dikhianati oleh pria atau sebaliknya. Bisa saja teman yang sangat percaya ternyata dibelakang mengkhianati kita. Beberapa bulan yang lalu aku banyak belajar dari rasa sakitnya di khianati. Sakitnya menaruh kepercayaan lebih kepada orang yang sedikitpun kita tidak pernah berpikiran buruk tentangnya.
Nyatanya memang benar, bahwa jangan pernah menaruh percaya kepada orang 100%. Karena seperti kata-kata klasik yang sering aku dengar 'rambut sama hitam tapi hati siapa yang tau'. Fakta bisa terlihat berbeda tergantung dari sudut pandang yang kita lihat. Orang yang memiliki niat baik bisa saja terlihat buruk karena cara pandang yang orang lain lihat.
Namun, aku percaya saat hati kita disakiti berarti Allah sedang mengajarkan pemahaman yang baru tentang hidup. Memaafkan orang-orang yang pernah mengkhianati kita memang tidak mudah tetapi tak ada ketenangan jika hati dipenuhi kebencian.
Pelajaran dari di khianati adalah melapangkan hati agar dapat memaafkan dan menjadi cambuk bahwa satu-satu yang tidak pernah mengecewakn adalah Dia yang ternyata sering kita kecewakan.
Memaafkan hanya bisa dilakukan oleh orang- orang yang hati nya lapang. Mari belajar untuk lebih melapangkan hati agar tak ada kebencian karena sakitnya di khianati. Kepada-Nya yang tidak pernah mengkhianati, aku mohonkan untuk memberi hati yang lebih lapang dari sebelumnya agar tak ada rasa benci.
Siskamuchsin, 7 Desember 2015