Reading
Add Comment
Kata-kata ini mewakili perasaan saya yang super bahagia karena kemarin malam (Jumat, 23-11-2016) saya kesampaian nonton drama musikal secara langsung di Taman Ismail Marzuki.
Semua berawal dari Aichintya yang dengan baik hatinya menawarkan saya untuk ikut menonton teater musikal di TIM karena ia punya dua tiket. Tanpa pikir panjang tentu saja saya langsung meng-Iya-kan tawaran emas ini. Akhirnya saya dan Ai pun janji ketemu di TIM langsung karena arah kantor kami beda arah dan syukurnya dari kantor saya ke TIM hanya 1.8 km (hitungan ini berdasarkan maps dari Grab). Berhubung kantor Ai cukup jauh dari TIM saya pun berencana akan jalan dari kantor apabila ai sudah dekat arah Menteng.
Saya sebenernya gatau sih bakal nonton teater musikal apa dan dari teater apa yang tampil karena saya ga nanya sama sekali sama Ai hahahhahaha. Dan, ternyata teater musikal ini adalah salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati 'Hari Anti Korupsi Se-Dunia'. Nah, bertepatan dengan hari tesebut KPK juga ingin mensosialisasikan 10 Niliai Integritas dengan pendekatan Seni Budaya melalui kerja sama dengan Komunitas Jendela Ide. Dan, salah satu yang dibuat oleh Jendela Ide adalah 'Teater Musikal Raksasa'. Oh ya, informasi ini saya dapat dari booklet yang diberikan panitia. Keren ya KPK cara sosialisasinya kreatif!
Saat masuk ruangan, saya cukup kaget karena penontonnya super ramee. Penonton di lantai 1 penuh banget, di lantai 2 tempat saya menonton pun juga rame, saya dan Ai kebagian di tempat duduk sisa bagian pinggir, salah sendiri sih telat heheheh jadi tempat duduknya ga strategis deh.
| Kira-kira sejauh ini deh jarak pandang saya dari tempat duduk ke stage. |
Setiap babak cerita dari teater musikal ini mengandung nilai-nilai integritas yang ingin disosialisakan oleh KPK. Sala satu contoh adalah saat babak cerita yang settingannya di 'Kota Mesin' maka nilai integritas yang terkandung adalah Jujur - Adil - Peduli - Sabar. Oh ya, keseruan lainnya adalah saat interaksi antara pemain dengan penonton yaitu para penonton meniupkan terompet secara bersamaan untuk membantu anak-anak yang pemberani tersebut menyadarkan sang penguasa kota, Namun, sayangnya saya dan Ai tidak kebagian terompet lagi-lagi karena telat hehehe...
| Ini setting dan visual effect 'Kota Mesin' |
Teater Musikal ditutup dengan speech dari Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang dan parodi dari komunitas Jendela Ide yaitu 'Om Telolet Om' dan bunyi 'Telolet' dikasih melalui permainan Sexophone dari bapak Saut Situmorang.
![]() | ||||||||
| Closing Speech dari Wakil Ketua KPK |
![]() |
| Pohon Harapan yang ada dicerita. Kain putih-putih itu isinya tulisan harapan-harapan dari anak-anak yang mengikuti workshop Pohon Harapan. |
![]() |
| Akhirnya cuma foto sama satu pemain deh hehehe.. |
The last but not least, Thank you so much my best friend Aichintya untuk ajakan yang membahagiakan ini. Ayo, jadiin nonton teater agenda wajib kita yaa dan selanjutnya mari kita jejalah museum!
Ps: Our selifie won't hurt you :p




0 komentar:
Post a Comment