Too Late To Say Hello :)


Lagi nugas terus kepikiran untuk buka blog yang udah lama banget ga saya buka apalagi posting tulisan. Dan, benar saja tulisan saya terakhir di awal 2017 yang tulisannya tentang review kehidupan saya di 2016 hahahhaa super lama bangeeett.... Scrolling-scrolling kebawah ternyata tulisan saya di blog ini sedikit sekali,ga nyampe 30 menit rasanya sudah selesai membaca semua tulisan hahahah... Namun, ada beberapa tulisan yang saya merasa sangat relate dengan apa yang saya rasakan saat ini. Beberapa tulisan buat saya jadi flashback dan mikir 'ini kejadian apa ya sampe terinspirasi nulis gini', 'ohh iyaa saya pernah ngalamin dan ngerasain ini' bahkan tadi cukup kaget dengan beberapa kata yang saya buat sendiri hahahha...

Berhubung, tulisan terakhir di 2017 bilang say good bye ke 2018 jadi di postingan pertama saya setelah beberapa purnama menghilang ini dibuka dengan Hello untuk 2018 yang sebenarnya juga sudah amat telat karena sekarang sudah mau masuk ke pertengahan 2018. But, who's care? hahaha  galak amat sih siskaaa... Becandaa... Ya ga apa-apa lah  demi konten blog yang berkesinambungan wkwkwk...

Oh ya, satu hal yang saya sadari setelah membaca ulang blog saya sendiri yaitu waktu benar-benar berlalu super duper cepat yaa... Rasanya baru kemarin(ga literally kemarin ya maksudnya) saya mengalami kejadian yang saya tulis di blog ini tapi, tau-taunya sekarang sudah masuk ke 'folder' kenangan :). Waktu tuh bener-bener deh, gabisa maen-maen sama dia. 

Waktu kadang bikin takut-(kalo dikejar deadline rasanya kesel banget sama waktu)- kadang dianggap sebagai 'jawaban' (pasti sering denger istilah biarlah waktu yang menjawab hahaha) - kadang jadi obat (apalagi obat sedih dan sakit hati, ga ada yang bisa nyembuhin kecuali waktu *eh) - kadang pengen dicepetin (apalagi kalo dikelas dan dosennya bosen pengen banget dicepetin kan hahah. No no, maksudnya pengen dibuat cepet aja karena ada beberapa hal yang gaenak yang harus kita lewatin)- kadang pengen diberhentiin aja biar gausah jalan (pasti semua ngerasa gini ketika lagi happy-happy nya atau ketika sedang bersama dia dia dan dia hahhaha). 

Namun, waktu tetaplah waktu dia gabisa sedikitpun diajak berkompromi untuk ikut apa yang kita mau. Jadi, kalo ada quote yang bilang 'hal paling berharga yang dapat kita berikan adalah waktu' itu saya setuju banget. Waktu itu irreplaceable! Bayangkan, kalo uang habis masih bisa dicari untuk gantiin, barang yang hilang masih bisa dibeli ulang,  coba kalo waktu? Kalo udah lewat yaudah ga akan ada gantinya. Dan dari semua itu sebenarnya waktu juga mengajarkan kita untuk belajar sabar. Hal ini sesuai janji  Allah bahwa Allah akan memberikan jawaban dari setiap doa di waktu yang tepat jadi yaa setiap kita punya 'waktunya' masing-masing. Duh, dalem ya jadinya.. 

Bahas satu kata yaitu 'waktu' aja jadi panjang yaa apalagi bahas 'kita' hahahhaha... Ga deh, maksudnya apalagi bahas waktu-waktu yang sudah terlewati di 2017 pasti ga akan ada habisnya. Banyak hal di 2017 yang rasanya gabisa diceritain karena bingung harus mengungkapkannya dengan kata-kata apa. Kalo secara garis besar dan diibaratkan dengan ombak di pantai, awal tahun 2017 itu ombaknya tenang tapi ombaknya malah meninggi ketika menuju akhir tahun 2017.. Saya yang terlena dengan ombak yang tenang jadi ga belajar surfing untuk ngadepin ombak yang tinggi dan besar, sehingga cukup kewalahan ketika digulung sama ombak dan berakhir terkapar lemas di bibir pantai setelah dimuntahkan sama ombaknya. Begitulah kurang lebih gambaran kehidupan saya di 2017, jadi anak pantai hahahha...

Setelah di 2017 jadi anak pantai, rasanya saya siap deh untuk jadi anak gunung untuk mendaki pelan-pelan, berhenti senetar untuk camping kemudian lanjut mendaki lagi daaaann berakhir dengan pemandangan indah. Dan, sejauh ini (hampir menuju pertengahan) di 2018 rasanya bisa di ibaratkan seperti itu. Sekarang saya lagi mendaki, bahkan mungkin ada di masa yang 'salah jalan' dan beberapa orang memusuhi saya karena hal ini. Hal yang harus saya lakukan tetap tenang, sabar dan pelan-pelan untuk cari jalan yang benar atau mungkin saya harus camping dulu biar ga kehabisan tenaga dan kemudian lanjut cari jalan  untuk menuju puncak. 

Hmmmm, masa-masa 'mendaki' ini juga katanya kita bisa melihat siapa yang akan 'setia' bersama kita dan siapa yang akhirnya 'menyerah' mendampingi kita karena berbagai alasan. Masa-masa ini memang cukup sulit, tapi saya yakin ini akan jadi salah satu bagian terbaik karena disini saya akan belajar untuk lebih ikhlas melepaskan apa yang memang tidak ditakdirkan untuk saya. Belajar memahami bahwa kita tidak bisa egois untuk menahan yang memang tidak ingin bersama kita. 

InsyaAllah, masih banyak bulan di 2018 yang harus saya lalui berarti akan banyak pelajaran yang akan saya dapatkan termasuk, mungkin akan banyak orang yang akan saya temui dan pasti akan ada banyak masalah yang harus saya hadapi dengan penuh keberanian.Bukan mendoakan akan ditemukan banyak masalah tapi as long as we're human we can't avoid the problem. 



Cempaka Putih, 3;29 Pm














1 komentar