Perjalanan Mengasah Minat - Part 2
“ Your attitude speak more than
your words”
Kata-kata di atas pas banget
untuk menggambarkan inti dari materi yang saya dapat di pertemuan kedua saya
belajar MC. Dipertemuan kedua memang
masih materi dan belum praktik melainkan masih melanjut materi dipertemuan
pertama. Nah dipertemuan kedua ini lebih dalam tentang etika, jadi di modul
yang saya dapat itu banyak menjelaskan tentang etika saat bertemu dengan klien,
panitia acara, dan tentu saja etika saat menjadi MC yang berhdapan dengan tamu
undangan ataupun peserta.
Etika menjadi bagian yang sangat
penting bagi seorang MC. Kenapa? karena kita akan bertemu dan melakukan
interaksi dengan banyak orang. Tentu saja setiap orang memiliki karakter yang
berbeda terlebih kita sebagai MC yang berarti mengatur keberlangsungan sebuah
acara harus dapat berinteraksi dengan baik bukan hanya kepada para tamu
undangan ataupun peserta tetapi juga kepada panitia dan pengisi acara seperti
pembicara. Memiliki etika yang baik tentu saja harus didahului dengan memiliki
attitude yang baik dan attitude itu benar-benar dapat menjelaskan kamu yang
sesungguhnya. Tanpa kamu berbicara orang dapat menilai kamu melalui attitude
kamu.
Terus, dari materi dua pertemuan ini apa yang mulai saya
terapkan? Saya mulai merubah hal-hal yang menurut saya akan merugikan saya
sendiri. Salah satu yang sedang saya fokuskan adalah menjadi ramah.Hmm kesannya
saya sombong ya? No! Sesungguhnya saya adalah super cuek dan sedikit gengsi
yang akhirnya menyebabkan banyak orang bilang saya ga ramah. Banyak sekali
teman-teman saya yang sebelum kenal saya menganggap saya sombong. Huff padahal
saya adalah orang yang doyan ngobrol dan sharing. Saya menyadari kekurangan
saya tersebut dan semangat saya untuk berubah semakin kuat setelah mendapat
materi tentang etika kemarin.
Oh ya, selain materi tentang
etika saya juga mendapatkan pertanyaan yang harus saya jawab tapi ini bukan
tugas yang kenudian di periksa sama si mentor sih cuma pertanyaan untuk
mengetahui diri sendiri. Pertanyaan ini menurut saya lanjutan dari pengenalan
diri sendiri di materi mental block cuma pertanyaannya sudah mulai spesifik ke
bidang MC. Pertanyaanya adalah tentang saya ingin menjadi MC apa? Hehehhe bingung
ya emang MC ada penjurusan? Tentu sajaaa..... Menurut mentor saya kecendrungan
setiap orang itu akan menguasai di satu jurusan. Metoromini kali ah jurusan
hahahha. Serius, jurusan disini itu maksudnya acara yang dibawakan, misalnya
acara formal, entertainment (non-formal) dan semi formal. Nah, kita harus tau
sebenernya karakter kita itu lebih ke yang mana biar saat membawa acara kita
dapat luwes dan menjadi diri kita sendiri.
Mungkin banyak yang mikir “lah
mestinya kalo jadi MC harus bisa event apapun dong”, tapi sebenernya gabisa
gitu karena untuk menjadi professional kia harus fokus dan juga punya image.
Selain alasan tersebut yang paling simple misalnya gini, si A yang agak
slengean dan biasa bicara dengan bahasa gaul, suka musik tentu saja dia sangat
pas saat bawain acara ulang tahun, acara musik, atau promnite tapi dia akan
menjadi kewalahan saat membawa acara formal yang menggunakan bahasa baku. Ya,
mungkin dia akan bisa membawakannya tapi dia akan merasa tidak enjoy karena dia
tidak menjadi diri sendiri. Selain itu juga, orang yang ‘palugada’ akan sangat
susah membangun band imange untuk diri sendiri. Yap, ini juga yang saya
pelajarin saat kuliah. Salah satu hal yang menyenangkan selama dua pertemuan
ini karena materi yang diberikan sangat berhubungan dengan bidang saya dan
banyak materi yang mengingatkan saya dengan beberapa materi kuliah hehehe....
Gimana dengan jawaban saya? Hmm
sebenernya beberapa minggu yang lalu sebelum saya mulai ikut pelatihan ini saya
pernah ngetwit saya pengen banget punya acara seperti Kick Andy hehehe.
Alasannya karena saya sangat senang mendengan cerita hidup ataupun pengalaman
orang lain. Saya sangat suka sekali saat ada orang bercerita tentang perjalanan
hidupnya, pemikirannya atau apapun yang dari cerita tersebut saya bisa
mengambil banyak pelajaran. Jadi, untuk pertanyaan tersebut otomatis saya tanpa
ragu saya lebih mau jadi MC yang semi formal yang tidak terlalu kaku tapi bukan
yang harus super asik seperti MC Promnite. Saya juga mau jadi MC untuk acara
lamaran, bedah buku atapun acara yang lainnya. Ayooo, yang butuh MC boleh lho minta bantuan saya
sekalian belajar *eh malah promo hahahah..
Untuk materi terakhir yaitu
tentang kontrak sebenernya itu lebih kepada persiapan dari kita sebagai MC agar
selalu membuat keterangan hitam diatas putih alias kontrak meskipun sang panitia
tidak memberikan kontrak. Hal ini sangat penting karena kita tidak pernah tau
apa yang akan terjadi sekalipun penyelenggara acara adalah orang yang kita
kenal. Membuat kontrak bukan berarti kita merasa bakal terjadi masalah tapi
kontrak adalah penjagaan untuk kita apabila ada sesuatu yang tidak sesuai
dengan kesepakatan. Kontrak ini adalah hal remeh untuk sebagian orang tapi
sangat penting lho.
Besok insyaAllah pertemuan ketiga
dan saya berharap semoga sudah mulai masuk praktik karena ga sabar untuk mencoba
menjadi MC (lagi) hehehhe..
Tunggu cerita selanjutnyaaaa yaaa
~~~