When My Childhood Dream is Calling


Sometimes, you just need relax. Stop overthinking. Stop Worry.
Take a deep breath and realized you have a good life.
Be grateful!

Percaya ga sih kadang, kita memang butuh waktu untuk santai, mengambil nafas yang dalam, ga berpikir berlebihan, lupain rasa takut dan bersyukur untuk semua yang sudah kita lewati dan apa yang sedang kita jalani. Dan mengevaluasi lagi sudah sejauh apa kita berjalan dan sejauh apa diri ini berkembang.

Mungkin, setiap hari kita selalu bilang ‘yaampun udah hari jumat aja yaa’ atau ‘yaampun udah tanggal segini aja, cepet banget sih, ga berasa’. Bukti, bahwa waktu memang terus berjalan, dan tidak ada kompromi untuk itu. Sedangkan, kita dibalik kesibukan kita sering ga sadar apa yang sudah kita lakuin karena teramat sibuk. Banyak orang lain yang sibuk, tapi kesibukannya adalah hal yang ia sadari dan membawa dirinya untuk berkembang bahkan kesibukannya membawa ia menuju mimpi-mimpinya. Tapi sebaliknya kesibukan kita malah berasa sekedar sibuk yang lama kelamaan malah membuat kita jadi asing sama diri kita.
Yap, itu semua yang terjadi kepada diriku dan apa yang aku pikirkan.

Setelah berdoa, berpikir, sharing dan bergulat sama diri sendiri akhirnya aku membuat keputusan yang aku yakin setelah keputusan ini diambil aku akan merasakan ‘patah hati’ dan nyatanya memang benar aku ‘patah hati’ bahkan sampai sekarang aku nulis ini pun aku masih ga nyangka aku bisa mengambil keputusan itu. Hahahh terkesean berlebihan? Tapi yang memang begitu keadaanya. (Nanti aku akan cerita mengenai hal ini). Karena ga semua hal bisa kita genggam dalam satu waktu,tentu harus ada hal yang dikorbankan demi untuk suatu hal lain. Bukankah saat kita berat melepas sesuatu berarti itu amat berarti? Dan hal baiknya dari aku ‘patah hati’ bahwa hal yang aku kerjakan selama ini memang berarti.

Dimasa-masa aku patah hati dan berlagak “how miserable i am’, aku pun membuat list apa-apa yang sudah aku lewati, sejauh apa perjalanan yang aku lewati, sebanyak apa ‘investasi’ ku untuk masa depan, hal-hal apa yang  terlewat, dan apa-apa mimpi yang belum tercapai’. Ya, aku kadang (ga selalu) membuat semacam catatan tentang diri aku, karena aku selalu berusah untuk mengenal diri aku sendiri dan berusaha merubah hal-hal yang ga baik. Emang masih banyak hal buruk sih tapi apa salahnya untuk selalu mencoba jadi lebih baik, dan mengenal diri sendiri itu penting bukan? Tau apa baik dan buruknya diri kita. Seperti kata orang-orang kalau lebih baik sibuk menilai diri sendiri daripada sibuk menilai orang lain.  *lah jadi panjang* hahha

Akhirnyaaaa, setelah aku merasa cukup dengan ‘patah hati’ dan harus sesegera mungkin untuk menguatkan hati biar bisa jatuh cinta lagi *eh* aku pun mulai  membuat plan untuk kedepannya. Salah satunya aku memasukkan mimpi-mimpi yang mulai aku lupakan dan ternyata dia masih tersimpan dibawah pikiran bawah sadar yang ntah kenapa akhirnya muncul lagi. Tapi, akhirnya aku sadar bahwa itu benar-benar yang aku mimpikan. Aku juga sadar cukup jauh meninggalkan ‘mereka’ untuk dibawa ke dunia nyata, tapi aku yakin tidak ada kata terlambat untuk sebuah mimpi. Aku selalu menanamkan kepada diriku bahwa sebesar apapun mimpiku aku yakin akan ada jalan untuk mewujudkannya karena aku punya Dia yang maha besar dan maha kuasa untuk segala sesuatu. Mungkin, sebagian orang akan bilang bahwa aku sangat terlambat untuk menggapai impian tersebut. Tapi aku akan berusaha meyakinkan diriku bahwa semuanya mungkin. Pun, kalau tidak terwujud aku yakin akan digantikan oleh Allah yang lebih baik. “Allah is The Best Of Planners”.
Dan, aku yakin aku akan segera menulis tentang mimpi-mimpiku yang terwujud. Ya, we have to ‘Positive Affirmation’ to ourself because that’s important to increase our self confident. No one will trust you and your ability if you not confident with yourself.

Dan kenapa, tulisan ini aku beri judul “When My Childhood Dream is Calling” karena beberapa mimpi yang sekarang aku berusaha untuk mewujudkannya adalah mimpi-mimpi masa kecil ku dulu.



0 komentar:

Post a Comment