Lost for Words!

Saya masih ingat rasanya di awal tahun 2016 salah satu resolusi saya ada lebih rajin untuk menulis di blog. Meskipun saya tau, mungkin blog saya tidak ada yang membaca tapi ntah mengapa menurut saya menulis menjadi salah satu 'theraphy feelings' untuk saya. Kalau saya sedih atau terlalu banyak pikiran hal yang saya ingin lakukan adalah menuangkannya melalui tulisan. Hmm, namun kenyataannya sudah menuju akhir tahun, blog saya masih sepi dari tulisan hehehe... Padahal, banyak sekali hal yang ingin saya tulis di awal tahun sampai dengan pertengahan tahun di 2016. Dan yang terpenting juga semestinya saya lebih banyak melakukan 'Feelings Theraphy' ini biar ga langsung 'meledak' seperti sekarang *eh hehehheh. 

Seperti beberapa tulisan di blog ini yang berhasil di publish karena dorongan mood yang sedang berantakan dan tidak tau cara mencurahkannya. Kali ini, akhirnya saya pun menulis karena hal yang sama. Saya jadi mikir, bahwa perasaan-perasaan semacam ini ada sisi positifnya yaitu membuat saya lebih produktif untuk menulis blog hahahah... Lah, jadi speasialis blog gundah gulana dong wkwkwk. 

Awal tahun yang lalu saya pernah menulis tentang 'Hilang Arah'. Setelah tadi saya baca, saya bergumam dalam hati 'wah ngerasain gini lagi deh' tapi kali ini lebih complex bahkan super complex dan I never feel this feelings! huft. Ibarat permen, apa yang saya rasain saat ini seperti permen nano-nano. Mungkin lebih dari nano, karena kalo nano-nano kan cuma manis, asem, asin nah kalau yang saya rasain ditambah pedes, kecut, dan hambar hahahha terkesan berlebihan banget ya.

Tapi itulah yang sedang saya rasakan. Tiga bulan terakhir menuju penutupan akhir tahun 2016 ini rasanya perasaan saya di obrak-abrik jadi sampai kehabisan kata-kata untuk mendeskripsikannya, literally 'Lost Of Words'. Bahkan saya sampai merasa di titik tidak ada seorangpun yang mengerti saya. Saya merasa sendiri, saya bingung mau bercerita kepada siapa karena seperti yang saya rasakan tidak ada yang dapat mengerti saya.

Saya merasa semua perasaan sedang menjadi satu, saya merasa takut, cemas, bingung, lelah, sedih kesel, sendiri ah rasanya semua jadi satu dan komplit. Ada yang bilang mungkin saya terlalu banyak pikiran dan lelah jadinya lebih sensitive. Saya sendiri juga kalau ditanya kenapa tidak bisa menjawabnya. Ya, munngkin dan bisa jadi karena saya terlalu lelah, mungkin juga saya sedang dalam masa penyesuaian terhadap hal baru. mungkin juga karena ada beberapa hal yang menjadi pikiran saya. Tapi, ntahlah saya juga masih menerka-nerka.

Hmm, mungkin ini salah satu proses untuk saya lebih dewasa. Mungkin menjadi salah satu bekal saya suatu saat nanti kalau anak-anak saya sedang menghadapi perasaan ini saya punya solusi karena saya pernah merasakan heheheh....

Atau mungkin juga ini biar saya jadi lebih sering ngeblog biar ga sebatas jadi target tahun 2016 wkwk

Yah, semuanya masih sebatas dalam kata 'mungkin'. Semoga semuanya jadi lebih baik setelah 'Feelings Theraphy' ini :)


#dalamedisicurhatansiska pfft!
-Siskamuchsin-

0 komentar:

Post a Comment